Sirikit Syah
Lelaki itu selalu memberi hadiah-hadiah pada istrinya
Pada hari ulang tahun: cincin baru dan sekotak coklat
Pada hari perkawinan: arloji Cartier atau leontin De Beers
Pada hari Valentine: red roses dan candle light dinner
Pada libur tahun baru: liburan ke Paris
Pada hari-hari bertanggal merah lainnya:
liburan dari Peking hingga San Diego, dusun di
pedalaman New Zealand, atau nonton teater di Broadway
Laki-laki itu bercerita sambil matanya berkaca-kaca
“Tidak melamarmu adalah keputusan paling keliru dalam hidupku,” katanya.
“ Dan semua ritual itu cuma rutin.
Aku kehilangan romans
Aku tak lagi bisa menciumnya,” sambungnya.
Sambil berjuang mengendalikan gejolak hasratku,
kuberi petuah lelaki itu
“Lain kali,
beri istrimu sesuatu,
bukan pada hari-hari peringatan,
melainkan pada hari-hari engkau dengan tulus ingin melakukannya.
Itu bisa saja Juni, atau Agustus
Saat istrimu menstruasi, atau menopause.”
“Oh ya, jangan lupa,
Beri dia cinta.”
Singapura, 2000