Waduh, putaran kedua!?


 

Menjadi rakyat Jatim saat ini sungguh repot. Sudah digelontori berbagai iklan dan kampanye kandidat, sudah mencoblos, sekarang dihantui kemungkinan nyoblos lagi. Maklum, angka perolehan suara para kandidat terus pepet-petean kayak becak di Keputran!

 

Meskipun di perumahan saya yang menang Golput (48%) , tampaknya yang paling berpeluang menang adalah Karsa. Toh, angkanya belum bulat 30%, dan Kaji merepet hanya 1-2% di belakangnya. S-R juga tampak menang di beberapa wilayah pilihan.

 

Jagongan dengan teman-teman memunculkan kemungkinan-kemungkinan.

”Kalau Karsa sama Kaji pilih mana?”

”Kalau warga NU pasti pilih Kaji.”

”Kan ada Gus Ipul yang juga NU di Karsa?”

”Kata pak kyai, ada pintu kok lewat jendela. Ada nomor satu kok pilih nomor dua.”

”Bagaimana dengan suara pengikut Salam? Akan jatuh kemana?”

”Yang jelas gak mungkin ke Pak De. Wis jelas mateni S. Dua orang itu gak mungkin akur-lah.”

”Mungkin saja, demi menjaga kepentingan masing-masing. Apalagi mereka berdua TST (Tahu Sama Tahu) tentang sepak terjang masing-masing di birokrasi. Pendeknya, lebih aman kalau ’warga’ Salam pilih Karsa daripada Kaji.”

”Tapi pengikut Ali Maschan pasti patuh pak kyai, coblos nomor satu.”

Wah, benar juga. Bagaimana dengan ’warga’ SR?

”Suara mereka pasti diberikan pada Karsa.”

”Alasannya?”

”Dari awal para demokrat sejati ini (PDIP, bukan PD) sudah memilih PakDe kok. Mana bisa lupa mereka pada hati nurani sendiri, sebelum Bu Mega cawe-cawe?”

Duh, makin rumit untuk takaran otak orang awam seperti saya. Iseng-iseng saya bertanya pada sumbernya yang paling valid.

Kata Ali Maschan Musa: ”Ya, nampaknya akan ada putaran kedua. Boros sekali. Tapi kami masih menunggu keputusan KPUD.”

 

Mahal? Boros? Jelas. Beberapa analisis menyebutkan biaya kampanye para kandidat Gubernur Jatim lebih besar daripada biaya kampanye Barack Obama plus Hillary Clinton. Padahal mereka calon presiden, dan di Amerika! Memang kesel juga melihat luberan gambar para kandidat itu dimana-mana dan kapanpun juga. Seolah-olah hidup kita dijejali oleh kehadiran mereka: dari bangun pagi sampai mau tidur lagi. Betapa besar mereka menghamburkan uang? Belum yang dibagi-bagi ke berbagai komunitas masyarakat untuk menarik simpati.

 

Ridwan Hisyam menjawab dengan nada yang sama, menduga akan ada putaran kedua. ”Namun SR terus berjuang menjaga suaranya. Ada yang berusaha menggelembungkan suara agar menang di putaran ke-1. Wis kadhung keluar biaya besar soalnya.. Padahal kalau ada putaran kedua, benar-benar mubadzir. Tapi, apa boleh buat, inilah yang diinginkan reformasi, bukan?”

 

Malamnya saya ketamuan rekan dari Sidoarjo, yang pekerjaannya berkaitan dengan wilayah lumpur dan dekat-dekat dengan PT Lapindo. Iseng-iseng saya menyindir:

”Kayaknya Kaji bakal menang nih. Modal di belakangnya paling kuat.”

”Wah kalau masalah sumbangan, Bakri atau pengusaha siapapun, pastilah membaginya sama rata. Ibarat orang berjudi, ditotohi kabeh. Bertaruh lima-limanya, pasti ada yang menang, bukan? Gak mungkin cuma notohi satu, sangat berisiko.”

Jadi teringat, ada teman pengusaha (yang juga seniman) yang notohi semua kandidat walikota Surabaya pada tahun 2005. Siapapun yang menang, dia tinggal memetik hasilnya.

 

Jadi, siapa kira-kira yang akan menang? Dan bisakah biaya dihemat agar bisa dipakai keperluan rakyat lainnya?

 

25 Juli 2008

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s