Memilih Pemimpin


 

 

Warga Jawa Timur dalam beberapa bulan belakangan ini dan ke depan, hingga November, sedang memilih pemimpin. Setelah dibingungkan dengan lima kandidat, kini ternyata rakyat semakin bingung dengan sisa dua kandidat. Makin sedikit pilihan, ternyata tidak makin mudah, malah makin sulit.

 

Betapa sulit memang pilihan yang ditawarkan kepada kita. Dua kandidat ini adalah kandidat terbaik, namun dengan beberapa catatan. Khofifah kurang berpengalaman di birokrasi Jawa Timur, sementara para pendukungnya (yang berinvestasi padanya) tampak lebih menguasai medan dan persoalan. Kecemasan kita tentunya sederhana, who is in control? Siapa yang akan memegang kendali?

 

Soekarwo sangat paham seluk beluk birokrasi Jawa Timur, tahu kebutuhan rakyatnya. Namun pertanyaannya: apakah pengetahuannya akan digunakan untuk memperbaiki keadaan, atau untuk melanggengkan apa-apa yang sudah ditanam, yang keliru sekalipun, demi melindungi kepentingan individu dan perkawanan?

 

Anehnya, tak satupun dari lima calon pemimpin kita mengajukan pikiran cemerlang mengenai penanggulangan bencana lumpur di Sidoarjo. Dua tahun lewat, sebagian wilayah dan jutaan penduduk Jatim dilumpuhkan oleh lumpur, belum ada tanda-tanda rencana pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Jatim utara dan selatan, Jatim barat dan timur. Solusi bagi para korban terdampak juga belum tuntas, malah tampak semakin berlarut-larut. Memprihatinkan, betapa para calon pemimpin kita itu mati kutu dalam hal lumpur Sidoarjo.

                                                                                        

Siapapun yang akan dipilih rakyat nantinya, kita wajib mendoakan agar Allah meridloi dan pemimpin kita itu diberi kekuatan dalam menjalankan amanat. Memimpin 30 juta manusia selama lima tahun bukan persoalan sederhana, dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang terus naik, serta sarana prasarana yang tidak bertambah, malah berkurang.

 

Beratnya tugas menjadi pejabat dan pemimpin telah diingatkan berkali-kali oleh Nabi Muhammad SAW junjungan kita. Sebuah Hadist Rasulullah mengatakan tentang pejabat: ”Hai Abu Dzahar, sesungguhnya engkau dalam keadaan lemah, dan sesungguhnya jabatan (pekerjaan dinas) itu adalah suatu amanat (kewajiban), dan nantinya pada hari kiamat adalah suatu kehinaan dan akan timbul suatu penyesalan. Kecuali yang mengambil dengan hak dan melaksanakan kebenaran” (HR Muslim).

 

Hadist Muslim yang lain berkata tentang pemimpin: ”Seseorang yang diserahi tugas oleh Allah untuk memimpin rakyat, yang kemudian dia mati ketika itu dalam keadaan menipu rakyatnya, maka baginya akan diharamkan oleh Allah memasuki sorga.”

 

Betapa beratnya menjadi pejabat, termasuk menjadi wakil rakyat. Namun betapa mengherankan, masih banyak orang mempertaruhkan hartanya (halal atau haram) beratus juta bahkan bermilyar rupiah, untuk bisa menjabat, di pemerintahan maupun sebagai wakil rakyat. Apakah karena mereka sangat yakin bahwa semua modalnya akan kembali dalam waktu singkat? Bagaimana caranya?

 

            Di sinilah dibutuhkan kedewasaan dan kebijaksanaan rakyat dalam memilih. Tak ada pemerintahan yang baik tanpa rakyat yang baik. Rakyat yang baik akan memilih pemimpin yang baik. Rakyat yang korup akan memilih pemimpin yang korup pula. Mungkin sudah terlalu lama kita tidak saling mendoakan: guru tidak mendoakan muridnya, murid tidak mendoakan gurunya; pemimpin tidak mendoakan rakyatnya, rakyat lupa pula mendoakan pemimpinnya. Di tengah kebingungan menentukan pilihan pemimpin saat ini, mari kita mulai dengan mendoakan para pemimpin kita, calon-calon pemimpin, dan bangsa kita pada umumnya, agar diridloi oleh Allah SWT.

 

Sirikit Syah

Pengamat Media & Pendidikan

Dosen Stikosa-AWS, Waka LKM Media Watch

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s