Anies Baswedan for President


 

 

Suatu malam saya menonton dialog di Metro TV yang membahas pemimpin masa depan. Dari para pembicara, yang menarik cuma Anies Baswedan. Ada Andi Malarangeng, Sutiyoso, Sutrisno Bachir.

 

Saya SMS Anies Baswedan:

“Mas, ngapain ngomongkan pemimpin masa depan? Anda kandidat Presiden 2009 pilihan saya.”

AB menjawab: “Hahaha, bisa saja Mbak. Saya cukup jadi University President saja. Doakan saya menjalankan amanah ini dengan baik.”

 

Saya pikir para parpol itu kok pada buta semua ya? Kok gak ada yang mengusung Anies Baswedan, Faisal Bachri, Budiman Sujatmiko, Munarman, atau Fadel Muhammad. Para mantan pemimpin juga masih mabuk tahta. Gus Dur, Megawati, SBY, masih ingin jadi presiden, padahal pernah gagal. Sutiyoso dan Wiranto, juga gak merasa ketuaan. Sutrisno Bachir malah kelihatan ‘maksa’, pakai jadi reporter bola segala.

 

Saya terkesan pada Rektor Universitas Paramadia, yang juga ”tokoh muda paling berpengaruh” di dunia ini (namanya ada di daftar 100), antara lain karena dia memperkenalkan mata kuliah Anti-Korupsi yang wajib diikuti para mahasiswa. Dia juga aktif mencarikan dana bagi beasiswa para mahasiswa. Ketika saya undang di seminar Klub Guru memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional akhir Mei lalu, dia mengemukakan kisah menyentuh tentang pendidikan. Saat mendengar kota Nagasaki dan Hirsohima dibom atom oleh Amerika Serikat tahun 1945, pertanyaan pertama Kaisar Hiro Hito adalah ”Berapa jumlah guru yang masih hidup?”

 

Di hadapan para guru, Baswedan menekankan betapa pentingnya peran guru bagi majunya sebuah bangsa. Negara Jepang maju karena mengutamakan pendidikan dan menganggap guru sebagai aset terpenting bangsa. Dalam keadaan darurat semacam itu, pemimpin memutuskan bahwa yang paling harus diselamatkan adalah guru.

 

Tapi kita di Surabaya tak perlu ribut-ribu dulu urusan pemilu 2009 ya? Apalagi pusing memikirkan kemajuan negara-negara yang merdekanya lebih telat dari kita tapi sekarang lebih maju (Malaysia, Vietnam, India). Tigas kita saat ini adalah memilih calon gubernur dan wakilnya. Yah, bingung juga. Entahlah. Siapapun yang menang, mudah-mudahan memegang janjinya, karena janjinya hebat-hebat semua. Dan yang tidak menang, mudah-mudahan siap mental untuk kalah dengan gagah.

 

 

Sirikit Syah

7 Juli 2008

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s