KEPADA SAUDARAKU BANGSA AMERIKA
Oleh Sirikit Syah
Sudah tak ada waktu lagi bagi kita
untuk memohon monster Bush buka mata.
Sesaat lagi dengan membabi buta,
kejahatan terhadap kemanusiaan akan dia perintahkan.
Bahkan bangsanya sendiri ia permalukan.
Negara yang telah dibuatnya telanjang
dibilangnya ancaman,
yang ia sebut perang
sebetulnya adalah serangan,
karena kekuatan yang tidak seimbang.
Beberapa saat lagi, saudara
monster berkedok presiden Amerika
akan mengebom negara
yang tidak sanggup lagi melawan
selain dengan rasa kehormatan
membela negara hingga titik darah penghabisan
Wahai bangsa Amerika
Kebanggaan apa yang tersisa
yang membuatmu bertahan sebagai warga dunia?
Ketika anak-anak Palestina
melempari tank-tank Israel dengan batu
Amerika menyebutnya AKSI TERORIS!
Lalu tentara Israel menggempur rumah-rumah
dan membantai rakyat yang lemah
Kata Amerika: itu TINDAKAN PENCEGAHAN!
Dusta apa yang coba kau tanamkan,
hai, monster Bush
kepada warga dunia
yang tak sebodoh yang kau kira?
Teror apa yang kau tebarkan di tanahmu sendiri
menimbulkan ketakutan pada bangsa Amerika
atas serangan musuh yang tidak nyata
Provokasi apa pula yang tengah kau lakukan
memicu konflik Korea Utara Selatan
di negeri Asia yang sebelumnya damai,
saling pengertian dalam perbedaan
Sementara itu,
penghinaan & penganiayaan pada rakyat Palestina
bagi Israel adalah sports dan rekreasi.
Setelah menembak, mereka berpose di depan kamera.
Kelaki-lakian diukur,
dari berapa jumlah korban yang tersungkur
Dusta apa yang kau jejalkan
pada rakyatmu sendiri
yang tidak mengerti mengapa harus lebih takut pada Sadam Hussain
dibanding pada kebebasan menenteng senjata genggam
yang telah makan korban
puluhan guru dan anak sekolah
Di jalanan Chicago, Washington DC, New York
lebih banyak peluru ditembakkan
dan darah ditumpahkan
dibanding dongeng khayalan
tentang ancaman dari seberang lautan.
Apakah itu Sadam, Castro, Khadafi, Bin Laden
atau Amrozi dan Imam Samodra
Saudara-saudaraku warga Amerika
simpatiku kepadamu
yang gencar bersuara tapi tidak menggema.
Sungguh pilu,
presiden Anda mengkhianati demokrasi & hak asasi
yang lahir dari negeri Anda sendiri
Saudara-saudaraku di Indonesia
tak ada lagi waktu
untuk berbicara dengan seonggok batu
tanpa akal atau hati nurani.
Sesaat lagi rudal diluncurkan
dan bom diledakkan
Mari kita lakukan sesuatu
Stop the War
And make some Peace!
Maret 2003