KADO UNTUK RAKYAT


 

KADO UNTUK RAKYAT

 

Pada hari ulang tahunnya yang dirayakan dengan mewah,

seorang suami kepala negara memberi kado untuk rakyat,

sebuah buku berjudul: “Tanpa rakyat, pemimpin bukan apa-apa”

?????

 

Pada tahun baru, istrinya, sang kepala negara

memberi kado yang lain kepada rakyat:

kenaikan tarif sektor-sektor penting dalam kehidupan!

 

Byar…pet .. listrik macet

Tulalit …… komunikasi semakin sulit

 

Lalu pada ulang tahun partai yang tengah berkuasa

kado untuk rakyat adalah ‘imbauan untuk hidup sederhana’

(seolah-olah rakyatlah yang tengah berfoya-foya).

 

Di saat para ibu rumah tangga dan buruh berdemonstrasi,

keluarga presiden memborong kursi paling depan

pertunjukan empat pemuda tampan dari Taiwan.

Harga karcis dan biaya pesta ulang tahun

sama dengan delapan juta liter BBM!

 

Keesokan harinya di koran-koran diberitakan

beberapa pemuda ditangkapi dan diadili

karena dianggap melakukan penghinaan

ribuan demonstran lainnya, dituduh telah ditunggangi!!

 

Aduh Ibu ……

Engkau sembunyikan di mana hati nurani?

 

Inilah negeri

Di mana pengadilan dipenuhi para pejabat dan wakil rakyat

Para terpidana tanpa sungkan memimpin negara

Rakyat harus kencangkan ikat pinggang

dan biarkan saja para perampok berlenggang

Inilah negeri kemudahan bagi para koruptor

sebab dalam kampanye pemilu, mereka bisa menjadi sponsor

 

Inilah negeri di mana rakyat makin melarat

dan para wakilnya -anggota dewan yang terhormat,

Malah minta tambahan anggaran:

untuk ganti mobil, atau biaya perjalanan,

untuk beli mesin cuci, atau ongkos naik haji.

Duh Ibu ……..

Jangan terus-terusan bertanya pada kami

Apa yang kami sumbangkan bagi negeri

Tapi bertanyalah:

Apa sumbangan para pemimpin pada rakyat

yang telah memberi suara

dan menjadikan mereka berkuasa?

(FYI Ibu: di negara tetangga, para pejabat dipotong gajinya dan dikurangi fasilitasnya)

 

Dulu engkau diam

karena kalah dan dikalahkan

Kini engkau menang

dan memegang tampuk kekuasaan

tapi, mengapa engkau tetap diam?

 

Bicaralah kepada kami, Ibu

Beri kami penjelasan

Sudah waktunya engkau bicara

Menjawab semua pertanyaan.

 

Kami menolak semua kado untuk rakyat itu

Dan bila kami tak boleh menggugat,

tak boleh demo, tak boleh protes,

atau dilarang bicara,

Maka, BICARALAH!

Atau rakyat akan membuatmu bungkam selama-lamanya.

 

Sirikit Syah

Januari 2003

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s