Broadway


 

Broadway

 

 

Pukul 12 tengah malam

Tak ada bulan bintang di langit Manhattan

Hawa dingin menusuk tulang

Dan salju bagai kapas putih berjatuhan

 

Menyusuri Broadway di sisi timur

Masih terbayang adegan syur

Laki-laki meloncat dari bak mandi

Menghadap penonton dengan anu di sela kaki

Ini memang New York City

Teater harus survive tanpa subsidi

 

Perempuan-perempuan cantik berkaki panjang

Dibalut stocking hitam

Paha mulus bergaun mini mantel bulu

Hangat di atas dingin di kaki siapa peduli

Ini Broadway, Nduk!

Nonton teater adalah gengsi

Yang harus dibeli mahal sekali

 

Taksi kuning bersliweran, aku pilih jalan kaki

Sedikit merinding teringat pesan kawan

Di Manhattan tembak menembak terjadi setiap hari

Seorang penonton bioskop didor saat asyik nonton Van Damme

 

Café-café dipenuhi para seniman

Di Broadway pukul 12 malam

Aku berjalan sendiri

Dan nasib masih membawaku pulang kesini

 

Sirikit Syah

Desember 1994

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s