Kembalikan Indonesia Padaku
Ini bukan negara empat musim dan ini bukan musim gugur
Tapi pohon-pohon di Jawa Tengah berwarna kuning
Keindahan alam Indonesia telah dinodai!
Hutan Kalimantan menjadi sabana
Dilibas para kerabat yang memegang HPH
Gunung di Irian menjadi telaga
Digali emas, tapi dilaporkan tembaga
Kekayaan alam nusantara telah dijarah!
Pohon-pohon cengkih ditebangi
Dan cengkih-cengkih dibakar
Kesejahteraan petani dirampok!
Rakyat harus bayar hutang konglomerat
Harga-harga naik dan pabrik-pabrik tutup
Kini rakyat merampok
Kini rakyat menjarah
Kini rakyat menodai cita-cita reformasi
Dan para pejuang dituduh telah ditunggangi!
Wahai pengelola negara
Kalau engkau tidak becus,
Kembalikan saja Indonesia padaku!
Sirikit Syah
Surabaya, Mei 1998
Catatan:
Dimuat di Harian Jawa Pos, pada tanggal 20 Mei 1998 (bertepatan dengan lengsernya Soeharto)
Yth Ibu Sirikit Syah, Pusi dan tulisan Ibu sangat laur biasa. Sangat menginspirasi, bernas dan punya daya ubah. Selamat. Wasaalam, Marwah Daud Ibrahim
Ibu Marwah yang baik,
Puisi ini ditulis saat pergolakan menuju reformasi. Saya ikut naik panggung di beberapa kampus membacakan puisi ini. Pada suatu malam, redaktur Jawa Pos minta ijin saya memuat puisi ini di halaman depan. tentu saja saya ijinkan. Di masa itu (1998) puisi itu betul-betul memotret -dengan kata-kata- kondisi rakyat Indonesia.
Keesokan harinya, puisi itu dimuat di halaman depan Jawa Pos, dan Subhanallah …. pukul 10 pagi -beberapa jam sejak puisi itu terbit- Soeharto mengembalikan Indonesia:). Buat saya itu momentum amat bersejarah. Saya merasa Soeharto mendengar protes saya atau membaca puisi itu sebelumnya, lalu memutuskan lengser.
Saya pendukung Habibie dan saya pikir Habibie tidak diberi cukup kesempatan. Pemerintahan Habibie dipaksa berhenti karena banyak politisi baru yang haus kekuasaan:(.
saya tidak tahu apakah puisi ini masih relevan sekarang? mungkin iya …
salam hormat,
ss
Puisi dan tulisan Ibu Sirikit Syah sangat luar biasa. Menginspirasi dan menggerakkan.
Baru baca puisi ini bu..subhanalloh keren..meski “cukup nylekit” tapi ini soft..hampir sama dengan puisi “negeri para pedebah”..
salut bu..kayaknya perlu banyak belajar dengan Ibu..apaka ibu ada fb ?
perkenalkan saya HaMim bu..yang waktu temu malam budayawan saya memperkenalkan diri ke Ibu.
Terimakasih apresiasinya.
Temu budayawan dimana ya?
Silakan baca-baca lagi puisi saya yang lain.
Tak salah ketika puisi ini diterbitkan oleh jawa pos.hebat
Terimakasih apresiasinya. Tepat pada hari puisi diterbitkan, pukul 10 pagi Soeharto mengembalikan Indonesia ke ……. Pak Habibie:).