Apa arti segores cat pada kanvas
Lukisan atau puisi
Cuma sebutir batu
Di terik kotamu
Darah ibuku tertumpah di tanahmu
Mengantar kelahiranku
Lalu waktu demi waktu
Kutelusuri jalanmu berdebu
Nunut gerobag sapi menuju sekolahku
Menelusuri Kalimas di belakang rumah sakit
Yang kini menjadi sebuah plaza elite
Aku bahkan berpacaran dengan calon suamiku
Di kompleks para seniman yang dalam proses tergusur
Dan melahirkan dua anakku
Sebagai generasi berikut, dari kota tercintaku
Banyak sudah kau beri aku
Surabaya, yang mengalir dalam darahku
Oksigen yang pertamakali kuhirup
Yang membuatku hidup
Pertemanan yang menjadikan aku
Hingga aku berada di sini
Di hadapanmu
Banyak sudah kau beri aku
Banjir yang dulu sebatas lutut, kini surut
Jaringan bemo di seluruh penjuru kota
Menghubungkan satu wilayah dengan lainnya dengan mudah
Adalah berkah,
Bagi rakyat jelata, mayoritas dari 3 juta pendudukmu
Namun bila aku masih boleh meminta
Aku minta kau hentikan keserakahanmu
Menggantikan kehijauan dengan bangunan beku
Biarkan anak-anak bermain di taman-taman
Dan lapangan-lapangan kota
Izinkan para seniman berkreasi di pusat-pusat kota
Agar tempat itu menjadi oase
Di tengah deram kegerahan kemajuan teknologi dan infrastruktur
Tolong, jangan hentikan asupan oksigenmu
Dalam hirup nafasku.
Sirikit Syah
Februari 2009
Surabaya oh surabaya