
Tadi malam saya menonton di Metro TV pukul 19.30, acara kampanye Capres di PRJ. Yang tampil adalah Capres dari Partai Demokrat, SBY. Inilah catatan saya atas penampilannya malam itu:
Dekorasi dan atmosfir mengingatkan kita pada Partai Demokratnya Obama. Ini kedua kalinya tim kampanye SBY melakukan presentasi yang meniru Obama, setelah Deklarasi pasangan Capres-Cawapres beberapa waktu lalu.
SBY kemudian mengucapkan slogannya CONTINUITY (Lanjutkan!), yang menurut saya memang pas untuk seorang calon incumbent. Kalau dia punya slogan Lanjutkan!, artinya dia bangga dengan apa yang telah dicapainya dalam lima tahun terakhir.
Tapi lalu dia mengucapkan CHANGE (Perubahan). Di sini saya termangu. Apa yang akan dia ubah? Mengapa dia mau mengubahnya? Apakah dia mengakui bahwa lima tahun terakhir ini begitu buruknya sehingga presiden baru harus melakukan perubahan?
Bila saya mengerti maksud SBY sesungguhnya, mungkin kosa kata yang lebih tepat adalah “Perbaikan”. “Saya akan lakukan perbaikan”. For better Indonesia.
Slogan CHANGE itu hanya tepat diucapkan oleh Capres Baru, yang ingin mengubah total kebijakan pendahulunya. Misalnya: Gus Dur setelah Habibie/Soeharto. Atau lebih actual lagi Obama setelah Bush. Seluruh rakyat AS memang ingin perubahan. Begitu pentingnya perubahan bagi mereka, mereka tak melihat lagi bahwa sang pembawa perubahan adalah kaum minoritas (kulit hitam). “Change” amat indah dan tepat diucapkan Omaba untuk menggantikan rezim Bush.
Lha, SBY berkata CHANGE itu maksudnya apa? Mau mengubah apa/siapa?
Apakah SBY keseleo lidah, atau memang tidak paham makna konsep CHANGE (dia menggunakannya just for the sake of imitating Obama, an indication of how un-original SBY is)? FYI, slogan “Kita Bisa” itu juga mirip banget dengan slogan Malaysia “Malaysia Can” yang telah saya dengar sejak 2006.
Atau, jangan-jangan dengan kata “Change” itu sesungguhnya justru SBY is being honest that what he has done for the past 5 years are all wrong and must be changed. Can we still trust him in this case?
Sirikit Syah
Surabaya, 04 Juni 2009
Pokoknya es be ye, sby presidenku
Siapapun pilihan Anda, mencontrenglah. Yang penting, gunakan hak/suara Anda untuk perbaikan bangsa Indonesia.