Afi dan generasi copy paste

Kolom Duta Masyarakat (6)

Tidak. Saya tidak menuduh Afi, remaja Banyuwangi yang sedang naik pamornya, sebagai plagiat. Soal itu masih dalam perdebatan seru di ranah media sosial. Tapi benar, generasi sekarang maunya serba instan. Mengutip sana sini, dipermudah oleh kemajuan teknologi. Tapi mbok ya jangan lupa nyebut sumbernya. Misalnya Afi memang terilhami oleh tulisan orang lain, apa salahnya kan, menyebut yang dikutipnya itu? Tapi, bisa jadi memang Afi tidak mengutip, apalagi menjiplak. Mungkin memang kebetulan kedua penulis memiliki pemikiran yang sama. Baca lebih lanjut

Hari Kedua Puasa

Usai sholat Subuh dan baca Quran, saya tidur lagi (harusnya jalan pagi ya). Jam 7 bangun, cuci piring, siapkan cucian pakaian utk dicuci nanti agak siang, lalu nyetel album the First Latin Grammy Award.

Bayangkan, the first lho, tahun 2004 atau 2005. Christina Aguleira masih super langsing. Isi album ini keren-keren: Ricky Martin, Celia Cruz, Gloria Estevan, Christina Auguleira, Shakira masih baru muncul tapi sudah oke banget dengan goyang tari perutnya (Shakira ini ibunya Columbia, bapaknya Lebanon), Santana, Mark Anthoni (mantan suami JLo), dan … Justin Timberlake masih di N’Sync, masih unyu-unyu. Namanya juga album latin, lagunya ngajak goyang. Maka, aku olah raga di depan TV sambil nonton, wow, lumayan capek banget kaki ini, keringat mengucur deras. Apalagi maksa nirukan gaya narinya Ricky Martin dan Christina, lalu ngikuti rythmnya Santana, capek juga. Baca lebih lanjut

Banyak Cara Membangun Bangsa

Kolom Duta Masyarakat (5)

Jumat pagi kemarin saya bertemu Dahlan Iskan di Graha Pena, kemudian saya diajak ke rumahnya untuk sarapan bareng. Di sela-sela sarapan tentu saja banyak obrolan yang ringan maupun yang serius. Dahlan bercerita, bahwa selama menjalani persidangan-persidangan, dia tidak pernah memikirkan perkaranya. “Biarlah itu dipikirkan oleh pengacara saya. Kalau saya memang harus masuk penjara, ya sudahlah tidak apa-apa,” katanya. Dahlan malah memikirkan dan sedang membangun banyak hal: terlibat proyek anak-anak muda Bojonegoro, membantu para ahli nuklir UGM untuk membangun reaktor, mendirikan pabrik sterilisasi produk kesehatan di Jawa Timur, membangun Dahlan Iskan Centre for Modern Agriculture yang fokus pada memajukan pertanian dan kesejahteraan petani.

Wow, banyak sekali yang dipikirkan, untuk seorang terhukum (tahanan dalam kota). Ternyata, meskipun dinyatakan bersalah dan menjalani hukuman, semangat mengabdi Dahlan tidak pernah mati. Dia sudah ikhlas dan siap dihukum bahkan dipenjara, tetapi pikirannya tidak berhenti berinovasi. Ada saja hal-hal baik yang direncanakan dan dikerjakan. Membangun bangsa memang banyak caranya. Seharusnya kita yang segar bugar dan tidak sedang mengalami kasus hukum malu bila tidak pernah berbuat atau berpikir untuk bangsa. Baca lebih lanjut

Intoleransi di sekitar kita

Kolom Duta Masyarakat (4)

 

Intoleransi begitu dekat dalam hidup kita sehari-hari. Di pertemanan dunia maya (Facebook), di cuwitan (twiter), di group WA, selalu ada postingan bernada intoleran.

Saya sampai keluar dari sebuah group WA, padahal saya cukup lama berusaha bertahan ketika satu per satu anggota grou[p meninggalkan group. Yang tersisa hanya 3-5 anggota yang terus menebarkan kebencian, permusuhan, pengutukan, caci maki kepada pihak yang bukan golongannya.

Saya bertahan ketika orang yang saya anggap sahabat bertanya “Kamu muslim apa bukan se?” Namun saya akhirnya leave group karena merasa tidak nyaman dan merasa diri akan jadi penghuni neraka karena tidak sesuai pendapat kawan tadi. Baca lebih lanjut

Mengenang Leo Kristi

Seperti satu meriam kau meledak
Seribu bedil adakah berarti
Kalau laras-laras sudah berbalik
Apalagi kau tunggu saudara

Ayo nyalakan api hatimu
Seribu letupan pecah suara
Disambut dengan satu kata: merdeka!

Merah putih mawar melati, merah putih bara hati
Merah putih mawar melati, merah putih setiap hati

(Nyanyian Tanah Merdeka) Baca lebih lanjut

Kemenangan Iman atas Rasio

Catatan Mingguan

Never underestimate the power of the faith of grass root people. Ini kesimpulan pertama saya atas kemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI. Lho, mengapa saya arek Suroboyo kok ikut-ikutan membahas Pilkada DKI? Ya, saya sedang berpikir tahun depan. Jawa Timur akan berganti kepemimpinan. Pengalaman Pilkada DKI bisa jadi pelajaran bagi kita semua, tak hanya bagi para calon, tetapi juga bagi kita grass root people, masyarakat pemberi suara dan penentu kemenangan.

Jangan pernah meremehkan kekuatan iman rakyat kecil. Ya, kemenangan Anies-Sandi membuktikan bahwa kekuatan keimanan rakyat kecil dapat mengalahkan kekuatan rasio dan logika para orang pintar. Hampir semua teman saya penduduk DKI, mayoritas Muslim dan berpendidikan tinggi, menyatakan akan memilih Ahok dan yakin Ahok akan menang. Alasannya: rasio. Fakta di depan mata mereka bahwa Jakarta telah berubah menjadi lebih baik, Ahok berani membongkar keruwetan birokrasi. Kalau mau pakai teori logos (akal pikiran), Ahok dipastikan menang. Baca lebih lanjut