Puisi bukan utk mengotori dunia

Wahai saudariku Sukmawati
Waktu remaja, aku mengagumimu
Trahmu yang berbalut Soekarno,
Gaya hidupmu yg nyeniman,
Pernikahanmu dengan pangeran.

Di masa tuaku kini
Aku dikejutkan ulahmu
Berpuisi tentang hal2 yang tak kau tahu.

Kau bilang kau tak tahu syariat,
Tapi kenapa kau menghujat?
Di balik estetika puisimu
Tersembunyi rasa kebencian
Akan hal2 yg engkau mengaku tak tahu

Sukmawati putrinya Soekarno,
Bila menurutmu konde lebih cantik
daripada hijab,
Terserahlah, tapi jangan jadikan hijab olok2.
Kalau bagimu lagu lebih merdu
daripada suara adzan,
Silakan saja, tapi jangan mencela
hal2 yg engkau akui kau tak tahu.

Sudahlah Sukmawati,
Eramu telah lewat
Lama tak berkarya
Sekalinya berkarya, kau meracau

Puisi bukan untuk mengotori dunia
Puisi seharusnya menjernihkan
Saat politik mengotori dunia.

Tapi siapa nyana
Dari mulut tuamu
Terlahir puisi yang memperuncing
ketidakpahaman dan
menebarkan kebencian.

Apa yang lebih nista
Dari puisi kebencian
Yang digelorakan di kancah perpolitikan?

Wahai saudara2 ku sebangsa
Yang berkonde atau berhijab
Yang ke gereja atau ke pura
Yang ke masjid saat adzan
Mari bersama melawan upaya
Yang memperuncing perbedaan
Mari bersatu menghapus kebencian.

Sirikit Syah, 3 April 2018

 

Iklan

Berbagi Pengalaman Studi S3

Salam,

Alhamdulillah, saat bimbingan hari Selasa lalu selama dua jam, akhirnya copromotor berkata: “The worst scenario, Bu Sirikit selesai semester depan.”
Wow, kok lama ya, semester depan?
Ya, lama. Tapi ini sebuah kejelasan yang melegakan. At least saya tahu kapan saya selesai. Tadinya tidak ada clue sama sekali sampai kapan copromotor memegang draft disertasi saya. Bila saya selesai semester depan, itu berarti tepat 7 tahun masa studi. 14 semester. Dan karena bilangnya “the worst scenario”, ada kemungkinan “better scenario” yaitu lulus di akhir semester ini. Semoga. Baca lebih lanjut

Afi dan generasi copy paste

Kolom Duta Masyarakat (6)

Tidak. Saya tidak menuduh Afi, remaja Banyuwangi yang sedang naik pamornya, sebagai plagiat. Soal itu masih dalam perdebatan seru di ranah media sosial. Tapi benar, generasi sekarang maunya serba instan. Mengutip sana sini, dipermudah oleh kemajuan teknologi. Tapi mbok ya jangan lupa nyebut sumbernya. Misalnya Afi memang terilhami oleh tulisan orang lain, apa salahnya kan, menyebut yang dikutipnya itu? Tapi, bisa jadi memang Afi tidak mengutip, apalagi menjiplak. Mungkin memang kebetulan kedua penulis memiliki pemikiran yang sama. Baca lebih lanjut

Hari Kedua Puasa

Usai sholat Subuh dan baca Quran, saya tidur lagi (harusnya jalan pagi ya). Jam 7 bangun, cuci piring, siapkan cucian pakaian utk dicuci nanti agak siang, lalu nyetel album the First Latin Grammy Award.

Bayangkan, the first lho, tahun 2004 atau 2005. Christina Aguleira masih super langsing. Isi album ini keren-keren: Ricky Martin, Celia Cruz, Gloria Estevan, Christina Auguleira, Shakira masih baru muncul tapi sudah oke banget dengan goyang tari perutnya (Shakira ini ibunya Columbia, bapaknya Lebanon), Santana, Mark Anthoni (mantan suami JLo), dan … Justin Timberlake masih di N’Sync, masih unyu-unyu. Namanya juga album latin, lagunya ngajak goyang. Maka, aku olah raga di depan TV sambil nonton, wow, lumayan capek banget kaki ini, keringat mengucur deras. Apalagi maksa nirukan gaya narinya Ricky Martin dan Christina, lalu ngikuti rythmnya Santana, capek juga. Baca lebih lanjut

Banyak Cara Membangun Bangsa

Kolom Duta Masyarakat (5)

Jumat pagi kemarin saya bertemu Dahlan Iskan di Graha Pena, kemudian saya diajak ke rumahnya untuk sarapan bareng. Di sela-sela sarapan tentu saja banyak obrolan yang ringan maupun yang serius. Dahlan bercerita, bahwa selama menjalani persidangan-persidangan, dia tidak pernah memikirkan perkaranya. “Biarlah itu dipikirkan oleh pengacara saya. Kalau saya memang harus masuk penjara, ya sudahlah tidak apa-apa,” katanya. Dahlan malah memikirkan dan sedang membangun banyak hal: terlibat proyek anak-anak muda Bojonegoro, membantu para ahli nuklir UGM untuk membangun reaktor, mendirikan pabrik sterilisasi produk kesehatan di Jawa Timur, membangun Dahlan Iskan Centre for Modern Agriculture yang fokus pada memajukan pertanian dan kesejahteraan petani.

Wow, banyak sekali yang dipikirkan, untuk seorang terhukum (tahanan dalam kota). Ternyata, meskipun dinyatakan bersalah dan menjalani hukuman, semangat mengabdi Dahlan tidak pernah mati. Dia sudah ikhlas dan siap dihukum bahkan dipenjara, tetapi pikirannya tidak berhenti berinovasi. Ada saja hal-hal baik yang direncanakan dan dikerjakan. Membangun bangsa memang banyak caranya. Seharusnya kita yang segar bugar dan tidak sedang mengalami kasus hukum malu bila tidak pernah berbuat atau berpikir untuk bangsa. Baca lebih lanjut

Intoleransi di sekitar kita

Kolom Duta Masyarakat (4)

 

Intoleransi begitu dekat dalam hidup kita sehari-hari. Di pertemanan dunia maya (Facebook), di cuwitan (twiter), di group WA, selalu ada postingan bernada intoleran.

Saya sampai keluar dari sebuah group WA, padahal saya cukup lama berusaha bertahan ketika satu per satu anggota grou[p meninggalkan group. Yang tersisa hanya 3-5 anggota yang terus menebarkan kebencian, permusuhan, pengutukan, caci maki kepada pihak yang bukan golongannya.

Saya bertahan ketika orang yang saya anggap sahabat bertanya “Kamu muslim apa bukan se?” Namun saya akhirnya leave group karena merasa tidak nyaman dan merasa diri akan jadi penghuni neraka karena tidak sesuai pendapat kawan tadi. Baca lebih lanjut