Dahlan Iskan dan Jurnalisme Bela Diri

Artikel Opini
Dimuat di Harian Jawa Pos, Senin, 31 Oktober 2016

Peristiwa penahanan Dahlan Iskan, tersangka korupsi asset BUMD yang pernah dipimpinnya, memiliki beberapa dimensi yang menarik untuk dicermati, terutama bagi pembelajar ilmu komunikasi-jurnalistik.
Pada dimensi jurnalistik, Jawa Pos group, artinya semua suratkabar milik kelompok ini di seluruh Indonesia, dan itu jumlahnya lebih dari 100, mensikapi penahanan ini dengan melakukan jurus “serangan balik”. JP group secara efektif membangun opini publik bahwa DI didzolimi. Strategi ini juga menumbuhkan ‘sense of common enemy’, perasaan memiliki musuh bersama, yakni penguasa yang lalim, yang diwakili oleh lembaga kejaksaan. Baca lebih lanjut

NINE ELEVEN

Cerpen
Dimuat di Harian pagi “Jawa Pos” edisi 13 September 2015

Pembodohan masyarakat dunia

Betapa apes nasibku. Ketika peristiwa 9/11 terjadi, aku persis berada di jantung kota New York, di rumah keluarga teman dekatku. Aku sulit menggambarkan kepada Anda, bagaimana wajah-wajah ramah di ruang tamu itu berubah menjadi masam, sedih, histeris, marah. Kalau saja aku siput atau kura-kura, aku pasti sudah memasukkan kepalaku ke dalam cangkangku dan perlahan-lahan beringsut dari ruang tamu yang tadinya ceria diisi canda tawa.

Aku terpaku di kursiku, mungkin wajahku pucat pasi. Mata kami semua terpaku pada layar televisi yang menyiarkan secara live menit-menit runtuhnya the Twin Tower, si Menara Kembar, digempur pesawat udara yang diawaki seorang berkebangsaan Arab Saudi.

“Kurang ajar! Biadab!” Rob, ayah Rachel, memaki-maki dan membanting gelas di meja.
“Bagaimana mungkin? Kok bisa?” suara perih dan putus asa Mary, ibu Rachel. Baca lebih lanjut

Sajak tentang Kepergian Seorang Sahabat

Ketika televisi menyiarkan berita tragedi Masjidil Haram
Dimana puluhan orang tewas dan ratusan terluka
Hatiku seperti dihunjam sembilu
Ada seorang karib pergi di malam itu

Pak Suparto Brata,
Perkenalan kita dimulai saat aku masih pakai seragam putih coklat
Seragam SMA jaman dulu
Aku main-main ke kantormu di Humas Pemkot
Menyaksikanmu mengetik cerpen di sela-sela pekerjaan
Sementara teman lain mungkin main catur atau baca koran Baca lebih lanjut

Kulepas Engkau Terbang

Catatan buat Astrid

Tiba-tiba saja kau muncul
Entah dari mana
Mengisi ruang kelasku yang seringkali hampa tanpa tanya
Kau hidupkan suasana
Perkuliahan jadi terasa lebih menyenangkan
Tubuh mungilmu tak kuasa
Menutupi kharisma kehadiranmu
Kelincahanmu menggerakkan kawan di sekitarmu
Ah, kalau saja ada lebih banyak siswa seperti kamu
Dan, kalau saja engkau tak segera berlalu Baca lebih lanjut