Sirikit Syah

Ngelmu iku kalakone kanthi laku

Dampak Buruk FaceBook

Ditulis oleh Sirikit Syah di/pada Rab, 28 Oktober 2009


Banyak kenalan terheran-heran ketika mengatahui saya tidak termasuk dalam komunitas FaceBook. “Hare gene …. gak ikutan FaceBook? Jadul banget.” Begitulah rata-rata komentar. Jadul maksudnya jaman dulu, kuno, ketinggalan jaman. Bahkan ada yang mengira saya gaptek alias gagap tehnologi. Ada benarnya juga sih, saya tak begitu cepat mengikuti kecanggihan teknologi online. Kalau di depan komputer, saya cuma bisa mengetik naskah, membaca email dan menjawabnya. Betul-betul efisien. Tak ada waktu bagi saya untuk browsing kemana-mana, apalagi chattingan, dan memperbarui status FaceBook setiap enam jam sekali.

Seorang kenalan yang sangat intelek juga ikutan FaceBook dengan alasan yang unik. “Supaya saya bisa ikuti perkembangan pergaulan anak-anak saya.” Melalui FaceBook yang dibukanya sekali-sekali, dia bisa tahu dengan siapa saja anaknya terhubung, dan bagaimana mereka saling berkomunikasi. Dengan mengetahui siapa dan bagaimana komunikasi anak-anak, dia bisa mengawasi, menegor bila keterlaluan, mengingatkan, dan memahami apa yang dirasakan anaknya. Jaman sekarang, memahami perasaan anak lebih cepat lewat FaceBook daripada tatap muka di meja makan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam KOLOM, PEDULI | Bertanda: | 6 Komentar »

Penghargaan kepada Seniman Jawa Timur

Ditulis oleh Sirikit Syah di/pada Rab, 28 Oktober 2009


Jumat 16 Oktober lalu saya bersama sembilan seniman Jawa Timur mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jatim Soekarwo. Selain senang menerima hadiah tak terduga Rp 10 juta (yang tentunya amat bernilai bagi kami kalangan seniman), kami juga tersanjung karena pemerintah menghargai kami. Seorang seniman sesama penerima penghargaan berkata: “Sirikit, ada beberapa teman mengatakan, pemberian penghargaan kepadamu terlambat. Mestinya sudah dari dulu.” Saya menjawab, “Tidak Mas, segala sesuatu itu ada waktunya. Sekaranglah waktu saya.”

Memang dilihat dari usia, beberapa tahun sebelum saya ada beberapa seniman muda usia mendapatkan penghargaan serupa. Namun tentu penghargaan itu sesuai dengan kriteria juri. Bahkan saya sendiri ketika diberitahu, merasa heran, atas dasar apa saya diberi penghargaan. Saya kurang produktif di dunia sastra di tahun-tahun belakangan ini. Cerpen saya terakhir dimuat di koran sudah 4 atau 5 tahun yang lalu. Buku terakhir yang saya terbitkan adalah tahun 2005 (kumpulan puisi) dan 2007 (kumpulan cerpen). Namun ada jawaban yang melegakan saya: “Ini bukan persoalan produktivitas. Ini penghargaan untuk pengabdian di bidang sastra, konsistensi, dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.” Alhamdulillah, saya cukup konsisten di dunia tulis menulis, dan saya cukup aktif di kalangan sastrawan muda, baik di forum-forum diskusi maupun pelatihan bidang sastra. Kehadiran saya memberi motivasi dan inspirasi bagi generasi muda sastrawan Jawa Timur. Hadiah saya terima dengan rasa syukur. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel, Literature | Bertanda: | Leave a Comment »

Manipulasi di Ranah Karya Seni

Ditulis oleh Sirikit Syah di/pada Ming, 20 September 2009

bruno-july-28-2Baru-baru ini seorang aktor dan sutradara Inggris, Sacha Baron Cohen, tengah digugat di pengadilan oleh seorang warga Palestina. Pasalnya, Cohen membuat dan mendistribusikan sebuah film, yang didalamnya terdapat fakta yang diputar-balikkan tentang diri Ayman Abu Aita. Abu Aita –dalam film berjudul Bruno itu- dipotret sebagai seorang tokoh teroris yang sangar dan sukar ditemui.

Kenyataannya, Abu Ayta adalah warga negara Israel keturunan Arab beragama Kristen. Cohen melakukan wawancara dengan Abu Ayta dengan alasan minta informasi. Namun ketika filmnya jadi, kisahnya dimanipulasi sedemikian rupa. Digambarkan bahwa untuk menemui Abu Ayta amat sulit, di tempat tersembunyi, dan dia dikawal banyak body guard bersenjata. “Padahal kami bertemu di hotel umum dan saya tidak dikawal siapa-siapa, ” ujar Abu Ayta yang kini menggugat ke pengadilan karena merasa dicemarkan nama baiknya dan karena kebohongan Cohen di filmnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Bertanda: | Leave a Comment »

Tirulah Soraya Abdullah

Ditulis oleh Sirikit Syah di/pada Ming, 20 September 2009

soraya_abdullah_008Pekan lalu media massa, khususnya program infotainment di televisi, menyoroti sosok Soraya Abdullah. Mantan artis ini diberitakan tersangkut jaringan teroris, terlibat pengeboman dua hotel di Kuningan, Jakarta, Juli lalu. Agak aneh juga mengapa artis kok diberitakan dalam berita keras seperti terorisme. Ya, karena dia artis, makanya beritanya masuk infotainment. Tapi tetap aneh: mengapa program infotainment memuat hal-hal keras seperti terorisme? Inilah anehnya dunia televisi Indonesia. Apa saja bisa dipaksakan.

Kasihan Soraya, hanya karena tidak pernah muncul di dekat kamera wartawan (tidak ‘banci kamera’ seperti selebritis lainnya), dia dikabarkan “menghilang”. Lalu, dia dikabarkan menjadi kotributor media online Ar Rahmah.com, dan terlibat jaringan terorisme seperti Mohammad Jibril sang pemred. Lebih parah lagi, Soraya yang belum juga menampakkan dirinya itu dibongkar-bongkar kehidupan pribadinya, masa lalunya, termasuk wajahnya sebelum bercadar.

Kejam nian media televisi di Indonesia. Orang seperti Soraya Abdullah tentu jengkel sekali. Ingin membantah dan menyampaikan suaranya, tapi enggan muncul di layar televisi. Tidak muncul kok dituduh “lari”? Serba salah. Karena kabar tentang dirinya telah menggelinding bak bola salju, artinya mungkin dampaknya makin besar bagi keluarga besarnya yang merasa terganggu, baru-baru ini Soraya mengeluarkan press release. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam KOLOM, PEDULI | Bertanda: | 1 Komentar »